SELAMAT DATANG !
GUS-SULTHONIE
-
PELEPAH TUA TELAH BERJATUHAN
Ketika hukum Tuhan berbicara, maka tidak ada satupun yang mampu untuk menolaknya. Pada saat saya nulis blog ini, yg kebetulan blog saya ini me-link ke Tempointeraktif (Sabtu, 02 Agustus 2008) saya dibuat terhenyak sejenak. Disitu tertulis, Muhammad Imaduddin Abdulrahim wafat!.
Meskipun saya belum pernah bertatap muka langsung, tapi siapa yang tidak kenal kepada Bang Imad (panggilan akrabnya). Sepak terjang beliau dalam gerakan pencerahan keislaman demikian kuat. Perjuangan panjang Bang Imad untuk memaknakan islam pada realitas kehidupan nyata, dan agar mudah dipahami, tidak pernah berhenti.
Kawan-kawan seiring beliau diantaranya Cak Nur, ESA (Endang Saefudin Anshari) di lingkungan HMI telah mendahuluinya. Kalaupun ada perbedaan artikulasi pemaknaan Islam diantara mereka, itu merupakan dinamika yang memang tidak dapat dihindarkan. Tapi saya tetap melihat bahwa perbedaan itu tetap mengkerucut pada satu tujuan, li i`ilai kalimatillah (untuk menjunjung tinggi wahyu Allah [ajaran Islam]). Kalau dalam bahasa lainnya, perjuangan mereka masuk dalam kerangkan Ijtihad, dan biasanya urusan ijtihad satu dengan lainnya cenderung berbeda. Keberbedaan inilah yang tidak perlu dipertajam, toh masing-masing memiliki logika dan argumentasi yang mereka pertanggungjawabkan.
Tinggal kita sekarang. Mau bagaimana?. Pelepah tua itu telah berjatuhan, sementara pelepah muda dan tunas masih belum bisa dirasakan kehadirannya. Tentu saya tidak mempunyai kapasitas untuk memerintah atau melarang, siapa dan bagaimana. Wong saya bukan nabi. Hanya sekedar menerawang dan berandai-andai yang barangkali hukum tuhan pun akan berbicara juga pada waktunya.
Selamat Jalan Bang Imad!.



0 Komentar: