SELAMAT DATANG !

Salam Jumpa!. Saya ambil peluang media ini dengan dasar saling berbagi informasi. Bisa apa saja. Dari mulai persoalan keagamaan, pendidikan, ekonomi dan politik alakadarnya, pemrograman, internet juga alakadarnya, atau apa saja yang mungkin bisa kita share di sini. Kita berharap semoga bermanfaat.

Wassalam,
GUS-SULTHONIE

  • MENYIAPKAN WEB SERVER BERBASIS CENTOS

    Melanjutkan dari seri sebelumnya, yaitu kita menyiapkan server berbasis Centos, yang dalam perhitungan saya hal ini masih sangat murni, belum diapa-apakan, masih belum dioprek Firewall dan proxy-nya. Sebenarnya membuat Firewall, Proxy, dan Web Server lebih baik di mesin yang berbeda. Kalao bisa jangan disatukan. Itu kalau bisa. Pokoknya diusahakan maksimal agar tidak disatukan. Kalaupun terpaksa tidak bisa, paling yang bisa disatukan antara Firewall dan Proxy. Atau Firewall dengan Web Server.

    Saya tidak menganjurkan jika web server disatukan dengan Proxy. Mengapa? Proxy memerlukan kesempatan bekerja maksimal. Sebab Squid (saya menggunakan squid) akan menguras kerja mesin ketika dia memulai membuat caching. Berulang-ulang dia akan berkomunikasi dengan user dan web yang dituju dalam rangka menyimpan di caching memory-nya. Jadi kemungkinan besar kerja web server-nya rada terganggu. Apalagi kemudian web server disatukan dengan webmail, wah semakin repotlah. Kerja mesin itu berarti dibagi menjadi tiga; Web Server, Webmail, dan Proxy. Kasian tuh mesin…

    Untuk artikel kali ini, saya mencoba untuk memberikan ilustrasi membuat mesin web server. Dalam mesin web server ini yang harus dipersiapkan adalah hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah server web. Paling tidak untuk Web Satu (web standar). Sebab saat ini sudah ada WEB-2, bahkan telah mulai dirilis WEB-3. Meskipun sebetulnya tool-toolnya tidak jauh berbeda, tapi konsetrasi penyediannya berbeda. Terutama dalam pemrograman web-nya.

    Komponen itu adalah PHP, MySQL atau PostgreSQL, dan Apache atau Apache 2. Biasanya semua komponen itu sudah ada dalam paket CD-nya yang satu keping itu. Jika hendak mengupdate tinggal ketik:

    # yum update <komponen>, contoh :
    # yum update httpd mysql mysql- php php- -y

    Kemudian coba anda membuat file index.html lebih dahulu untuk sekedar testing. Caranya:

    # cd /var/www/html (anda pindah posisi ke direktory ini)
    # vi index.html

    Kemudian tekan “Shift+I” (tanpa tanda petik) untuk mengisi scriptnya. Coba anda ketik:

    <HTML> <center> <br> <br> <br> <br> <h1>Ini Testing Web Saya </h1> </center> </HTML>

    Kemudian tekan “Esc”, lalu tekan “Shift+wq”. Sampai dengan ini anda telah berhasil membuat file “index.html”. Sebelum anda mencoba hasil file buatan anda jangan lupa untuk mengaktifkan Apache-nya. Ketik :

    # service httpd start (atau kalau sudah aktif, anda tidak perlu melakukan tahap ini)

    Setelah itu anda lihat di browser anda, dengan cara kalau masih di server anda berbasis GUI, anda tinggal klik Firefox atau browser lainnya, kemudian anda ketik “http://localhost” (tanpa tanda kutip). Atau kalau anda telah mempunya IP Public, ketik “http://(IP Public anda)” (tanpa tanda kutip). Atau jika anda telah mempunyai domain aktif ketik “http://(domain anda)” (tanpa tanda kutip). Jika muncul tampilan file yang anda buat berarti anda berhasil, jika belum berarti ada beberapa hal yang harus anda periksa kembali.

    Tiga hal tersebut ada bedanya:
    1.Localhost, hanya bisa dilihat di server anda sendiri, itupun kalau anda menggunakan GUI di server anda. Selain di server anda yang berarti di komputer lain, yang dipanggil adalah no IP Address, jika anda belum mempunyai IP Public, berarti yang dipanggil adalah IP Local anda.
    2.IP Public, bisa dilihat dari luar server anda (di komputer lain) dengan cara dipanggil IP Public-nya, bahkan bisa dilihat di warnet atau di tempat lain selain di lingkungan WAN anda.
    3.Domain, ini untuk mempermudah pemanggilan server web anda. Tanpa mesti memanggil IP Addresss yang cukup rumit, tinggal panggil nama domain anda dimanapun, maka server web serta file pertama anda akan tampil mendunia.

    Berikutnya, jika anda hendak membuat index file yang berekstensi PHP, maka sebagai contoh anda bisa mengetik sbb

    (contoh):

    # cd /var/www/html <enter>
    # vi index.php
    atau tanpa menuju ke direktory-nya pun sebenarnya bisa secara langsung, dengan cara ketik sbb:
    # vi /var/www/html/index.php
    Kemudian tekan “Shift+I” (tanpa tanda petik) untuk mengisi scriptnya. Coba anda ketik:
    <?php
    phpinfo ();
    ? >

    Kemudian tekan Esc, tekan “Shift+wq” (tanpa tanda kutip) untuk menyimpannya. Selesai file index php anda. Untuk melihat hasil File index php buatan anda, lakukan hal yang sama dengan sebelumnya.

    Untuk sementara, sampai di sini dulu. Jika anda ingin menginstall Mambo, Joomla, Drupal, atau software web CMS opensource lainnya, insya Allah akan dibahas di artikel lainnya menyusul kemudian. Wallahu a`lam.

4 Komentar:

  1. Thx. Next time I'll add more articles about web and internet.

  1. didik says:

    Artikel yang sangat bermanfaat mas...
    klau saya sudah punya joomla di client, mau masukkan ke web server caranya gmn mas??
    matur tenkyu...
    saya tunggu artikelnya mas..

  1. #didk : Mudah-mudahan tidak terlalu lama saya siapkan artikel ttg yang ditanyakan. Termasuk installasi joomla atau cms lainnya yg opensource. Insya Allah.

  1. feto says:

    artikelnya bagus mas...klo bisa penjelasan tentang cms dan jenis cms yang ada lebih dibahas termasuk proses pembuatannya sampai jadi web...^_^

    terima kasih infonya, silakan mampir yaa ke sini dan jika mau artikel menarik lainnya silakan berkunjung ke sini yaaa...

Leave a Reply

Pencarian

Custom Search

Posisi Bulan saat ini...

Jaringan

Corat-coret

Komen Terakhir